Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Oktober 2010
10 Kesalahan Sains Yang Didapat Di Sekolah
Ada beberapa kesalahpahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya. Berikut ada kira-kira 10 miskonsepsi tentang sains yang beredar di masyarakat
Kamis, 21 Oktober 2010
Sistem Pemerintahan dan Kekerabatan Suku Sasak
Bagi bagi ilmu dikit..
Hasil kerja Saya (Roziyan), Dika (Bendol), Taal(Taenk), Iyan (Dephi), Arya Sumani-mani
Suku sasak merupakan salah satu suku yang mendiami pulau Lombok. Etnis sasak merupakan etnis utama yang meliputi 95% dari penduduk seluruhnya. Berdasarkan bukti yang sudah ditemukansuku sasak sudah menghuni pulau Lombok sejak abad IX sampai abad XI masehi. Mengenai kata dari kata sasak tersebut, banyak persi yang menyebutkan, salah satunya adalah menurut Dr. Goris. Kata sasak berasal dari kata saq yang artinya pergi dan saka yang artinya saka jadi jika dihubungkan artinya adalah orang yang pergi dari daerah asalnya dan kemudian tinggal dan menetap di Lombok. Pulau Lombok ini juga dikenal dengan nama gumi sasak karena mayoritas penghuninya yang merupakan suju sasak.
A. Sistem Pemerintahan
Gumi tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperangan terjadi di dalamnya baik kerena conflik internal ataupun koflik eksternal. Silih bergantinya kekuasaaan ini terjadi hingga ke era islam yang melahirkan kerajaan kerajaan islam seperti Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Pejanggik.
Sabtu, 24 April 2010
[NEW] Pembuktian Ilmiah Bahwa Tumbuhan Bisa BERPIKIR, MENJERIT, MENANGIS, memiliki JIWA dan PERASAAN.... Must Read... Part 3
Semakin Banyaknya Temuan Ilmiah
Setelah itu, peristiwa tersebut lalu diumumkan. Sejumlah besar orang tidak percaya, di antaranya termasuk seorang doktor kimia yang bekerja sebagai peneliti kimia sebuah perusahaan perdagangan Amerika, namanya Michael Fork. Orang ini tidak percaya, merasa terlalu fantastis, lalu ia sendiri membuat percobaan, dan hasilnya terjadi perubahan 180 derajat pada sikapnya, yang semula menentang berubah menjadi pendukung, karena ia mendapati memang benar tumbuhan mempunyai reaksi kesadaran terhadap sejumlah besar sinyal atau isyarat. Belakangan, Barker Stealth mengadakan serangkaian penelitian pada segi yang berhubungan dengan jiwa tumbuhan, dan penelitiannya ini kemudian pada sekitar tahun 1973, disimpulkan oleh Peter Tompkins dalam sebuah buku, namanya "Kegaiban Jiwa Tumbuhan", buku tersebut telah mengumpulkan beberapa gejala dan sejumlah besar penelitian Barker Stealth yang berhubungan dengan botani.
Jumat, 02 April 2010
[NEW] Pembuktian Ilmiah Bahwa Tumbuhan Bisa BERPIKIR, MENJERIT, MENANGIS, memiliki JIWA dan PERASAAN.... Must Read... Part 2
Makhluk Hidup Bertaraf Tinggi
Meskipun sejumlah besar orang mengetahui dan cukup memahami masalah dari segi ini, seperti misalnya, tumbuhan memiliki pemikiran, atau bisa mengadakan kontak dengan manusia, memiliki hubungan jiwa ini, tetapi masih banyak orang merasa bahwa ini adalah hal yang tidak mungkin, tumbuhan kan tidak memiliki otak besar, bagaimana mungkin bisa memiliki aktivitas pemikiran taraf tinggi manusia? Ada beberapa ilmuwan dan peneliti berpendapat: Meskipun sejumlah besar percobaan pada segi ini yang pada saat dimulai mendapati bahwa sebenarnya tumbuhan memiliki beberapa reaksi jiwa yang demikian, namun banyak sekali percobaan tidak bisa diulang kembali, sehingga masalah ini pada aspek penting dunia ilmiah selalu tidak bisa secara sungguh-sungguh diperhatikan. Sejumlah besar isi, dan sejumlah besar bidang hanyalah termasuk suatu kondisi ilmu pengetahuan yang tumbuh, dan masih banyak perdebatan.[NEW] Pembuktian Ilmiah Bahwa Tumbuhan Bisa BERPIKIR, MENJERIT, MENANGIS, memiliki JIWA dan PERASAAN.... Must Read... Part 1
Kelompok Kerja Televisi Kao Hsiung, Taiwan, telah mewawancarai Dong Zhifang, Direktur pada Pusat Penelitian Kesehatan San Antonio, Universitas Texas, Amerika Serikat. Tema yang dibahas dalam wawancara itu adalah mengenai kesadaran jiwa, khususnya pada tumbuhan. Berikut ini adalah rekaman wawancara tersebut yang dimuat di Zhengjian.net:
Kamis, 01 April 2010
Waspada buat yang suka tidur sambil mendengarkan musik
Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, atau menonton televisi sampai tertidur, atau membiarkan lampu di ruangan menyala terang, memang sulit dihilangkan dan menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.
Penjelasannya : Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata . Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita. Kalau dia mogok, gimana, hayo ?
Penjelasannya : Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan. Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita. Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata . Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk. Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita. Kalau dia mogok, gimana, hayo ?
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3452298
Jumat, 26 Maret 2010
Fenomena-Fenomema di Dalam Pikiran Manusia !! PERNAH NGALAMIN
Sampai saat ini masih banyak mysteri yang belum terungkap dari pikiran kita. Para ahli memang bisa menjelaskan fenomena-fenomena aneh dari pikiran kita tapi masih belum tahu dari mana asal semua itu. Mungkin kalian pernah mengalami beberapa fenomena dibawah ini.
Déjà Vu adalah perasaan ketika kita yakin pernah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian sebelumnya, kamu merasa peristiwa itu sudah pernah terjadi dan berulang lagi. Hal ini diikuti dengan perasaan familiar yg kuat, takut dan merasa aneh. Kadang “kejadian sebelumnya” itu dikaitkan dengam mimpi tapi kadang juga timbul perasaan yang mantap kalau kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.
Déjà Vécu
Déjà Vécu (dibaca vay-koo) adalah perasaan yg lebih kuat dari Déjà Vu. Kalo Déjà Vu kita merasa sudah pernah melihat kejadian sebelumnya tapi dalam Déjà Vécu kita akan mengetahui peristiwa tersebut jauh lebih detail seperti mengingat bau dan suara-suara pada kejadian tersebut.
Déjà Visité
Déjà Visité adalah perasaan yg tidak biasa dimana kita merasa mengenal suatu tempat padahal sebelumnya kita tidak pernah mengunjugi tempat tersebut. Kalo Déjà vu berhubungan dengan peristiwa sedangkan Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi. Nathaniel Hawthorne dlm bukunya yg berjudul “Our Old Home” bercerita saat dia mengunjungi reruntuhan sebuah kastil tiba-tiba merasa klo dia sudah sangat mengenal layout dari kastil yg baru pertama kali dia datangi itu. Belakangan dia sadar kalo bertahun-tahun sebelumnya pernah membaca puisi karangan Alexander Pope yang menggambarkan dengan detail kastil tersebut.
Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Kejadiannya contohnya seperti ini : “Kamu merasa pernah mengatakan sesuatu, dipikiran kamu mengatakan, “Oh iya aku ngerti!” atau “Oh iya aku ingat!” tapi 1 atau 2 menit kemudian kamu akan sadar kalau kamu sebenarnya tidak pernah mengatakan apa-apa”.
Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Jadi kamu tidak mengenal sebuah situasi padahal kamu yakin sekali kalau sebelumnya kamu pernah ada disitu. Bingung? Begini gampangnya: kamu mendadak tidak mengenal orang, kata-kata, atau tempat yang sebelumnya kamu tahu. Pada percobaan yg dilakukan Chris Moulin pada 92 orang yg disuruh menulis kata “pintu” 30 kali dalam waktu 60 detik ternyata 68 orang mengalami gejala Jamais Vu yaitu merasa kalau “pintu” itu bahkan bukan merupakan sebuah kata. Ya Jamais Vu didiagnosis karena “kelelahan otak”.
Presque Vu
Presque Vu adalah perasaan yg kuat kalau kamu akan mengalami epiphany. Epiphany sangat jarang terjadi. Presque Vu artinya “hampir melihat” dan sensasinya bisa sangat membingungkan dan aneh.
L’esprit de l’Escalier
L’esprit de l’Escalier (stairway wit) adalah saat kita merasa bisa melakukan sesuatu yg lebih baik pada sebuah situasi setelah peristiwa itu terjadi. Contohnya begini: Kamu seorang pemain sepak bola, saat tendangan penalti kamu menendang bola kesamping kiri dan ternyata berhasil diblok kiper. Tiba-tiba pikiran kamu mengatakan, “Ahh aku sebenernya tadi udah yakin kalo nendang ke kanan pasti gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier adalah rasa penyesalan tidak melakukan tindakan yg berlawanan dari suatu peristiwa sebelumnya.
Capgras Delusion
Capgras Delusion adalah fenomena dimana kita merasa yakin kalau keluarga atau teman dekat kita sebenernya adalah orang lain yang wujudnya sama persis. Seperti cerita-cerita di film Alien dimana tubuh manusia diambil alih oleh makhluk luar angkasa agar bisa hidup berdampingan dengan manusia biasa. Khayalan ini biasa terjadi pada penderita schizophrenia atau kelainan mental lain.
Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang sangat jarang terjadi. Orang yg mengalami Fregoli Delusion sangat percaya kalau beberapa orang yang dia kenal sebenarnya adalah satu orang yang melakukan berbagai penyamaran. Fregoli berasal dari nama aktor Italia “Leopoldo Fregoli” yang bisa melakukan merubah penampilan dengan cepat dalam pertunjukannya.
Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah fenomena dimana sesorang kehilangan kemampuan untuk mengenal wajah orang atau benda lain yang seharusnya mereka kenal. Orang yang mengalami ini biasanya menggunakan indera lain untuk mengingat orang tersebut, seperti bau parfum, gaya bicara atau cara berjalan orang itu. Contoh yg paling terkenal dari kasus ini dipublikasikan oleh Michael Nyman dalam bukunya yg berjudul “The man who mistook his wife for a hat”.
Langganan:
Postingan (Atom)
